Harga Pangan Melonjak Gara-gara Krisis Iklim

Memasuki awal 2026, sejumlah bahan pangan pokok di Indonesia mengalami kenaikan harga dibandingkan tahun sebelumnya. Ini bukan sekadar soal distribusi atau spekulan. Krisis iklim ikut berperan besar.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, komoditas dengan kenaikan harga tertinggi:

🧅 Bawang merah

📅 6 Januari 2026

💰 Rata-rata nasional: Rp49.300/kg

📈 Naik 11,8% (year-on-year)

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada daging dan telur ayam, minyak goreng curah dan premium, daging sapi, terigu, serta gula pasir curah.

Harga pangan makin rentan naik dari tahun ke tahun menjadi cerminan nyata kerentanan sistem pangan kita terhadap krisis iklim. 

Krisis iklim berdampak langsung ke hulu pangan:

  • Pola hujan makin tidak menentu
  • Musim tanam bergeser
  • Risiko gagal panen meningkat

📉 Sedikit gangguan produksi = harga langsung melonjak

Momentum peringatan Hari Gizi dan Makanan seharusnya menjadi pengingat kalau akses terhadap pangan tidak bisa dilepaskan dari isu iklim dan ketahanan pangan.

Solusinya tidak cukup dengan operasi pasar. Yang dibutuhkan adalah:

  • Adaptasi pertanian terhadap krisis iklim, seperti menggunakan PLTS untuk irigasi sawah
  • Sistem pangan yang lebih tangguh
  • Kebijakan pangan yang terintegrasi dengan agenda iklim

Jika krisis iklim terus diabaikan, meja makan kita yang pertama merasakan dampaknya.

Pelajari lebih lengkap tentang krisis iklim di s.id/ETuntukPemula 

Sumber:

Kata Data (2026). Daftar Bahan Pangan yang Harganya Naik Awal 2026

Maximilian Kotz et al. (2025). Climate extremes, food price spikes, and their wider societal risks 

Share on :