Skip to content

Katadata | Susul Cina Kembangkan Logam Tanah Jarang, RI Bisa Bermitra dengan AS

Author :

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan bahwa 80% deposit logam tanah jarang dunia dikuasai oleh Cina. Untuk memulai pengembangan logam tanah jarang, Indonesia memulai dengan membangun strategi pemetaan dan pemanfaatan logam tanah jarang melalui dukungan riset dan pemetaan potensi dan juga memulai kemitraan serta pengembangan industri dengan beberapa negara lain

Baca selengkapnya di Katadata

Share on :

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Article

IESR-Secondary-logo

Dengan mengirimkan formulir ini, Anda telah setuju untuk menerima komunikasi elektronik tentang berita, acara, dan informasi terkini dari IESR. Anda dapat mencabut persetujuan dan berhenti berlangganan buletin ini kapan saja dengan mengklik tautan berhenti berlangganan yang disertakan di email dari kami. 

Newsletter