Market Assessment for Indonesia's - Draft 0_page-0001

Penilaian Pasar untuk Industri Manufaktur Indonesia untuk Energi Terbarukan

Publikasi ini menyoroti urgensi pengembangan energi terbarukan sebagai respons terhadap perubahan iklim dan target global seperti Perjanjian Paris dan Triple Renewable Energy Capacity Pledge. Energi surya, energi angin, dan sistem penyimpanan energi baterai diidentifikasi sebagai teknologi utama yang perlu dikembangkan secara masif. Indonesia memiliki potensi pasar yang besar untuk energi terbarukan, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun pasar ekspor. Pengembangan industri manufaktur energi terbarukan dalam negeri dan rantai pasokannya dapat memberikan manfaat signifikan, termasuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ketahanan energi nasional, dan potensi penurunan biaya adopsi energi terbarukan. Peningkatan kapasitas PLTS, PLTB, dan sistem penyimpanan energi, terutamanya baterai, perlu didukung dengan mempersiapkan kondisi industri manufaktur dalam negeri yang handal agar suplai pasokan terhadap komponen-komponen utama seperti modul surya, turbin angin, dan sel baterai tetap terjamin dan tidak mengganggu pengoperasian dari pembangkit energi terbarukan. Selain itu, keberadaan rantai pasok tersebut di dalam negeri, akan memberikan manfaat lebih besar bagi sosial ekonomi di Indonesia melalui terbentuknya lapangan kerja, dan juga mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang diperlukan untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Untuk mengetahui kesiapan industri manufaktur di dalam negeri dalam memproduksi teknologi energi terbarukan, IESR telah melakukan studi asesmen perkembangan industri manufaktur teknologi energi terbarukan di Indonesia, “Market Assessment of Domestic Manufacturing Industry for Renewable Energy in Indonesia”. Hasil studi menggarisbawahi adanya peluang bagi industri manufaktur di Indonesia untuk mengembangkan usaha manufaktur modul surya, turbin angin, dan baterai.