Request for Proposal (RFP) – Technical and Economic Potential Mapping of Renewable Energy

Latar Belakang

Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) pada tahun 2024, total kapasitas terpasang pembangkit energi terbarukan di Indonesia masih sekitar 15,1 GW. Sementara itu, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga fosil telah mencapai 86 GW. Sepanjang tahun 2017-2024, pertumbuhan pembangkit energi terbarukan di Indonesia relatif lambat, dengan rata-rata sekitar 854,57 MW/tahun.

Terbitnya Peraturan Presiden No. 112/2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan diharapkan dapat meningkatkan minat investor untuk mengembangkan energi terbarukan. Sayangnya, keberadaan Perpres tersebut belum mampu mendorong pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan demikian, target energi terbarukan dalam bauran energi nasional di tahun 2025 sulit untuk dicapai.

Di sisi lain, potensi energi terbarukan di Indonesia sangat besar, mencapai 3.687 GW yang tersebar di seluruh wilayah. Nilai tersebut masih berupa potensi teknis yang perlu dikaji secara detail oleh para pengembang agar dapat diusulkan menjadi proyek energi terbarukan yang dapat beroperasi di Indonesia. Beberapa tahapan harus dilakukan pengembang untuk memastikan potensi tersebut dapat menjadi proyek energi terbarukan yang layak mendapatkan pendanaan dari penyedia dana dan mendapatkan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero).

Oleh karena itu, untuk mendukung percepatan pengembangan energi terbarukan, IESR berinisiatif melakukan pemetaan energi terbarukan lebih lanjut dengan menekankan pada aspek teknis yang berbasis pada kondisi spasial dan keekonomian. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan metodologi geospasial, dengan mempertimbangkan beberapa batasan, untuk mendapatkan lokasi definitif potensi energi terbarukan. Selanjutnya, dilakukan estimasi belanja modal dan operasional indikatif dari potensi energi terbarukan di setiap lokasi definitif.

Tujuan

IESR mencari mitra yang memiliki pengalaman dan portofolio yang luas, yang mampu melaksanakan studi “Pemetaan Potensi Teknis dan Ekonomis Energi Terbarukan”, dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Memetakan potensi energi terbarukan, khususnya untuk panas bumi, PLTS terapung, PLTA skala besar, dan turbin angin lepas pantai berdasarkan pendekatan geospasial.
  2. Mengidentifikasi biaya logistik awal, biaya lahan/tapak, dan biaya interkoneksi yang terkait dengan pemetaan potensi energi terbarukan.
  3. Mengestimasi belanja modal dan operasional indikatif dari potensi energi terbarukan.

Proposal Timeline:

Semua dokumen yang diperlukan dapat diunduh dan pengajuan proposal diharapkan dapat diterima hingga pukul 22:00 WIB pada hari Rabu, 18 April 2025, dan ditujukan kepada IESR Energy Transformation Project Manager at deon@iesr.or.id and the Research Manager at raditya@iesr.or.id and cc:  dwicahya@iesr.or dan reananda@iesr.or.id. Tolong sertakan “RFP Response – RE Mapping [Company/Individual Name]” di subject line. Semua proposal harus diajukan oleh organisasi resmi atau perwakilan yang ditunjuk dari organisasi tersebut.

Request-for-Proposal_RE-Mapping-New-IESR
Download

 

Share on :

Related Article