Siaran Pers : Hasil Survei Menteri ESDM: Publik Menginginkan Menteri ESDM yang Berintegritas, Bebas Konflik Kepentingan, Kompeten dan Berpengalaman

Survei yang dilakukan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) mengenai kriteria dan calon menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) semakin menegaskan keinginan publik akan sosok menteri yang berintegritas dan bebas dari konflik kepentingan di sektor yang dikelola oleh kementerian ini. Survei ini juga menghasilkan sejumlah calon yang dianggap publik pantas dipilih sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Jokowi.

Survei yang dilakukan secara terbuka melalui pemilihan dengan aplikasi via internet dilaksanakan pada 22-26 Agustus 2016 dan diikuti oleh 1881 responden dengan rentang usia dan latar belakang yang beragam. Dari seluruh pilihan yang tercatat terdapat 1874 pilihan yang dianggap valid.

Survei ini dimaksudkan untuk menjaring pandangan publik atas kriteria terbaik dan figur calon Menteri ESDM yang memenuhi kriteria tersebut. Survei sekaligus untuk membuka wacana bagi publik melakukan kajian atas rekam jejak dan latar belakang para calon menteri ESDM yang diikutkan pada survei ini.

Dalam survei ini IESR menampilkan 20 nama awal calon menteri yang telah diusulkan oleh publik, pelaku usaha di sektor energi dan pertambangan, dan telah disampaikan melalui media massa atau pernyataan publik lainnya. Selain 20 nama calon tersebut, IESR juga memberikan kesempatan kepada publik untuk mengusulkan figur yang dianggap layak menjadi calon menteri ESDM.

Hasil survei ini menunjukkan sebanyak 1013 responden menginginkan menteri ESDM yang berintegritas, bebas konflik kepentingan dan memiliki kompetensi dan pengalaman.

Integritas merupakan kriteria yang dianggap paling utama dan penting yang dipilih oleh 43% responden, diikuti dengan kriteria kompetensi dan pengalaman sebanyak 30% dan tidak memiliki konflik kepentingan sebesar 23%. Hasil survei menunjukkan publik tidak menjadikan kriteria pendidikan dengan jenjang tinggi sebagai kriteria yang penting, dan hanya dipilih oleh 3% responden.

Publik juga lebih memilih Menteri ESDM dengan latar belakang profesional murni (78%), sementara dengan latar belakang pelaku bisnis energi dipilih sebesar 16%. Adanya keterkaitan dengan partai politik dianggap tidak memenuhi kriteria yang tepat, sehingga profesional yang berafiliasi dengan partai politik hanya dipilih sebesar 6% dan pengurus partai politik hanya 0,5%.

Pilihan ini selaras dengan kriteria tidak mempunyai konflik kepentingan, serta kompeten dan pengalaman. Nama-nama calon yang berasal dari anggota DPR dan partai politik menempati ranking terbawah, dan nama para profesional non-partisan dan pejabat struktural di Kementerian ESDM menempati sepuluh ranking teratas. Yang cukup mengagetkan adalah nama Gubernur DKI Jakarta, Basuk Tjahaja Purnama (Ahok) yang berada di peringkat lima.

Survei ini menghasillkan 10 nama calon dengan perolehan suara tertinggi, yaitu:

  1. Tri Haryo Soesilo, M.Sc 16%
  2. Djoko Siswanto 10%
  3. Hardiv Situmeang 6,5%
  4. Dwi Soetjipto 4,7%
  5. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 4,6%
  6. Faisal Basri, SE. MA 4,5%
  7. Rovicky Dwi Putrohari M.Sc 4,1%
  8. Dr. IGN Wiratmadja 4,0%
  9. Widhyawan Prawiratmadja 3,5%
  10. Tri Mumpuni Iskandar 3,2%

Fabby Tumiwa, Direktur IESR menyatakan Presiden Jokowi kiranya dapat mempertimbangkan hasil survei ini untuk menentukan Menteri ESDM yang berintegritas, profesional dan mumpuni untuk melanjutkan reformasi di sektor ini untuk membawa Indonesia menjadi makmur dan sejahtera.

Jakarta, 29 Agustus 2016

Daftar perolehan calon nama menteri ESDM menurut survei publik IESR

No Nama Suara
1 Ir. Tri Haryo Soesilo, M.Sc (Project Director KPPPIP 16%
2 Dr. Djoko Siswanto (Direktur Teknik Lingkungan KESDM) 10%
3 Dr. Hadiv Situmeang (Ketua KNI-WEC, Mantan Direktur PLN) 6,5%
4 Dr. Dwi Soetjipto (Direktur Utama PT Pertamina Persero) 4,7%
5 Ir. Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur Prov. DKI Jakarta) 4,4%
6 Faisal Basri SE, MA (Pengajar FE UI) 4,4%
7 Ir. Rovicky Dwi Putrohari M.Sc (VP Exploration Saka Energy) 4,1%
8 Prof. Dr. IGN Wiratmadja (Dirjen Migas, Pengajar ITB) 4,0%
9 Dr. Widhyawan Prawiratmadja (Gubernur OPEC) 3,5%
10 Ir. Tri Mumpuni Iskandar (Aktivis Pengembanan PLTMH) 3,3%
11 Dr. Luluk Sumiyarso (Mantan Dirjen EBTKE KESDM) 3,2%
12 Prof. Dr Rinaldy Dalimi (Anggota Dewan Energi Nasional) 3,1%
13 Amien Sunaryadi Ak. MPA (Kepala SKK Migas) 2,6%
14 Ir. Tito Kurniadi MM (Ketua APMI) 2,4%
15 Prof. Ir Dwikorita Karnawati MSc, PhD (Rektor UGM) 1,7%
16 Erry Riyana Hardjapamekas (Mantan Wakil KPK) 1, 7%
17 Dr. Gde Pradnya (Mantan Sekretaris SKK Migas) 1,7%
18 Dr. R. Sukhyar (Mantan Dirjen Minerba KESDM) 1,6%
19 Ir. Nur Pamuji M.Sc (Mantan Direktur Utama PT PLN) 1.5%
20 Dr. Ir. Andang Bachtiar (Anggota Dewan Energi Nasional) 1,3%
21 Dr. Arcandra Tahar (Mantan Menteri ESDM) 1,3%
22 Ir. Satya WIdya Yudha (Anggota Komisi VII DPR RI, Partai Golkar 1,3%
23 Dr. Kurtubi (Anggota Komisi VII DPR RI, Partai Nasdem) 1,1%

Hasil survei lengkap dan analisa dapat dilihat di situs IESR (www.iesr.or.id)

Tentang IESR

Institute for Essential Services Reform (IESR) adalah sebuah lembaga independen, non-pemerintah yang bergerak di bidang Energi dan Perubahan Iklim. Berdiri resmi di tahun 2007, IESR merupakan lembaga pemikir (think tank) untuk kebijakan publik yang mendorong, dan mendukung perubahan-perubahan menuju keadilan pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan manusia Indonesia.

Kontak media:
Yesi Maryam |yesi@iesr.or.id | Mobile: 081212470477

Unduh Siaran Pers (PDF)

 

Share on :

Leave a comment