Indonesia Solar Energy Outlook 2023

ISEO 2023 memberikan informasi terkini tentang kemajuan PLTS sebagai sumber energi utama dalam transisi energi Indonesia, serta tantangan dan peluang pasarnya. Kami berharap laporan ini dapat menjadi referensi utama bagi pembuat kebijakan, regulator, pemodal, dan masyarakat untuk mendapatkan wawasan tentang pengembangan PLTS di Indonesia. Mari jadikan solar PV sebagai motor penggerak transisi energi Indonesia!

Continue reading

Bali Solar Island

IESR melakukan analisa awal potensi energi surya di Bali untuk bangunan pemerintah dan publik, hotel di kawasan Nusa Dua dan Kuta, serta menggali intensi dan ketertarikan pelaku industri pariwisata untuk menggunakan energi surya. Temukan informasi selengkapnya tentang PLTS atap di Bali dalam laporan ini.

Anda dapat mengunduh laporan berikut dan membagikannya pada rekan, kerabat, dan siapa saja yang tertarik pada isu energi terutama PLTS Atap.

Seri Survey Potensi Pasar PLTS Atap di Indonesia

IESR melakukan studi pasar di Bali, Jabodetabek, Jawa Tengah, dan Surabaya tentang persepsi rumah tangga, sektor komersial, dan UMKM terhadap penggunaan PLTS Atap. Temuan survei ini disajikan dalam infografis yang mudah dibaca dan dipahami. Temukan informasi tentang apa kata mereka tentang PLTS Atap, motivasi adopsi, preferensi pembiayaan dan pengadaan PLTS Atap dalam laporan ini.

Anda dapat mengunduh survey-survey pasar berikut dan membagikannya pada rekan, kerabat, dan siapa saja yang tertarik pada isu energi terutama PLTS Atap.

Beyond 207 Gigawatts: Unleashing Indonesia’s Solar Potential

Penilaian geospasial dari potensi teknis panel surya nasional Indonesia telah dilakukan dengan menggunakan data nasional dan internasional yang bersumber dari publik. Analisis menemukan bahwa kapasitas potensi teknis PV surya Indonesia berkisar antara 3.396 GWp hingga 19.835 GWp (tergantung pada skenario pengecualian penggunaan lahan). Dari segi potensi pembangkitan, Indonesia dapat mencapai 4.705 – 26.791 TWh / tahun, dengan mengambil 4,34% hingga 24,43% dari total luas daratan (tergantung skenario). Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa potensi PV surya skala utilitas Indonesia jauh di atas (16 hingga 95 kali lebih besar) dari perkiraan resmi nasional saat ini, yaitu 207 GW. Temuan yang disajikan dalam laporan ini dapat digunakan untuk mendukung pengembangan tenaga surya di negara ini, sekaligus memenuhi permintaan listrik di masa depan dan mencapai target energi terbarukan.

Apa Kata Mereka – Testimoni Pengguna PLTS Atap di Jawa Tengah

Berikut adalah kumpulan testimoni pengguna PLTS Atap di Jawa Tengah yang disusun dalam format booklet oleh IESR dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Testimoni dikumpulkan dari pengguna dari berbagai elemen masyarakat mulai dari masyarakat umum, pemerintah daerah, serta perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah. Temukan informasi tentang apa kata mereka tentang PLTS Atap, motivasi adopsi, pembiayaan dan pengadaan PLTS Atap dalam laporan ini.

Continue reading

Rekomendasi IESR untuk Presiden Joko Widodo

Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sektor. Di Indonesia, sektor ekonomi menjadi yang paling terdampak dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal dua 2020 hingga minus 5,32%.  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga menjadi titik pembalikan pertumbuhan ekonomi yang merosot akibat pandemi Covid-19. IESR merekomendasikan akselerasi pengembangan energi terbarukan untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca-Covid-19 dan pencapaian target Perpres No. 22/2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional dan pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca sesuai target Nationally Determined Contribution (NDC) sesuai UU No. 16/2016 tentang Ratifikasi Paris Agreement.

Akselerasi Pembangunan PLTS Atap Sebagai Strategi Green Economic Recovery Pasca-COVID19 di Indonesia

Pandemi COVID-19 membuat aktivitas perekonomian di berbagai tingkatan terhenti yang menyebabkan menyebabkan berkonstraksinya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengangguran. Diperkirakan ekonomi Indoensia akan tumbuh -0,4%-2,3% di tahun 2020.  Proyeksi pertumbuhan di 2021 lebih optimis tetapi harus disikapi dengan kehati-hatian karena pertumbuhan tersebut tergantung pada seberapa besar dampak virus corona terhadap penurunan ekonomi global dan kualitas respon pemerintah dalam memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi pasca-COVID-19

Wabah virus corona menciptakan peluang bagi Indonesia masuk ke dalam jalur pertumbuhan ekonomi hijau yang dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi 5,6% sampai 2024 dan selanjutnya 6% sampai 2025 apabila mengintegrasikan upaya mitigasi perubahan iklim, termasuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan mencapai 23% bauran energi primer hingga 2030 (Bappenas, 2019).  Untuk itu Pemerintahan Joko Widodo dapat merancang stimulus pemulihan ekonomi pasca-pandemi virus corona yang diintegrasikan dengan upaya untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk penyediaan listrik, penurunan subsidi listrik dalam jangka panjang, penyerapan tenaga kerja, dan pembangunan industri nasional, serta penurunan emisi gas rumah kaca, yang akan memberikan dampak pada ekonomi secara cepat dan berkelanjutan.

IESR merekomendasikan green economic recovery pasca-COVID-19 melalui Program Surya Nusantara, yaitu instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebesar 1 GWp yang dilakukan di 500 ribu rumah tangga miskin peneriman subsidi listrik dalam satu tahun di 2020/2021 dan dapat dilanjutkan dengan kapasitas yang sama sampai 2025. Program ini diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar 15 triliun dari APBN 2021. Dampak dari program ini sangat beragam dan dipercaya akan memberikan manfaat berganda bagi perekenomian Indonesia secara langsung dan jangka panjang.