Skip to content

Target Lifting Minyak Sulit Dicapai

Author :

Authors

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah telah menetapkan target produksi minyak mentah siap jual (lifting) sebesar 950.000 barrel per hari (bph) pada RAPBN tahun 2012. Namun, target tersebut tampaknya tidak akan tercapai seiring dengan masalah-masalah fundamental yang belum terselesaikan.

“Walaunpun target 950.000 bph. Itu tidak gampang tercapai. Masalah-masalah fundamental belum selesai,” ujar Executive Director Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa kepada Kompas.com, Senin ( 22/8/2011 ).

Masalah tersebut, aa menyebutkan, sumur-sumur baru seperti di Blok Cepu tidak bisa menghasilkan dengan cepat. “Sumur-sumur yang ada sekarang (juga) terjadi penurunan produksi,” tambah dia. Di mana, lanjut dia, sumur-sumur yang mature tingkat depresinya sudah tinggi.

Selain itu, menurutnya, insentif untuk penggunaan teknologi tinggi dalam produksi minyak dan gas pun masih kurang oleh para investor. Kurangnya investasi di sektor ini, ia menilai karena belum selesainya revisi UU Minyak dan Gas, dan kondisi BP Migas.

Ia mengatakan, UU Migas baru yang sedang dibahas di DPR RI, harus segera diselesaikan. Ini penting karena memberikan kepastian investasi kepada para investor. “Ini (UU Migas) kan seharusnya sudah selesai dari tahun 2005 ,” jelasnya yang memprediksi UU tersebut baru akan selesai pada tahun depan.

Selain UU Migas, ia menilai BP Migas pun kini terlihat tidak bekerja secara profesional. “Investor melihat BP Migas sebagai institusi yang dipolitisasi. Governance-nya buruk,” sebutnya.

Baik, UU Migas dan kondisi BP Migas, lanjut dia merupakan hal yang menjadi poin penting untuk menarik para investor ke sektor migas. Karena kedua hal ini, maka ia pun pesimis target lifting bisa tercapai. “Target 950.000 bph itu hanya target-target saja. Realitasnya saya perkirakan paling hanya di kisaran 900.000 bph. Bahkan bisa di bawahnya,” ujar dia.

BP Migas sendiri memprediksi lifting minyak hanya akan mencapai sekitar 930.000 bph pada akhir tahun ini, dengan alasan faktor cuaca dan banyaknya sumur migas yang belum berproduksi karena masalah pembebasan lahan. Perkiraan realisasi tersebut berada di bawah target APBN-Perubahan 2011 sebesar 945.000 bph.

sumber: kompas.com.

Share on :

Comments are closed for this article!

Related Article

Delapan Rekomendasi IETD 2023

Jakarta, 20 September 2023 – Transformasi sektor ketenagalistrikan dengan pengembangan energi terbarukan dan percepatan pengakhiran operasional PLTU batubara membutuhkan pembiayaan signifikan.  Tersedianya pembiayaan transisi energi

Selengkapnya >
IESR-Secondary-logo

Dengan mengirimkan formulir ini, Anda telah setuju untuk menerima komunikasi elektronik tentang berita, acara, dan informasi terkini dari IESR. Anda dapat mencabut persetujuan dan berhenti berlangganan buletin ini kapan saja dengan mengklik tautan berhenti berlangganan yang disertakan di email dari kami. 

Newsletter