Belajar dari Wind Farm di Feldheim, Jerman: Catatan Researcher IESR dalam program Fellowship Agora Energiewende

Apr, 17 2019

Penulis :

Kontributor: Deon Arinaldo, Energy Information Specialist; Researcher

Sebagai bagian dari program Fellowship yang dikelola Agora Energiewende dan Renewables Academy Jerman. Energy Information Specialist kami beserta 11 delegasi lainnya berkunjung ke Wind Farm di Feldheim.

Pembangkit Tenaga Angin dengan Kapasitas 123MW ini menyuplai sebagian besar produksi listrik ke jaringan setelah memenuhi kebutuhan listrik desa. Untuk kebutuhan panas (heater), koperasi petani Feldheim memiliki PLTBG yang menggunakan material dari hasil pertanian dan peternakan mereka sendiri.

Tenaga angin untuk listrik sepenuhnya terpenuhi, dan menggunakan Biogas plant dan wood chip biomass sebagai cadangan (backup) untuk panas (ada heating gridnya). Produksi tahunan PLTB sekitar 250 GWh, sedangkan kebutuhan desa adalah sekitar 1 GWh, sehingga 99% lebih di ekspor ke grid. Di lokasi yang sama, developer lainya juga membangun 10 mw baterry storage yang membantu menjaga stabilitas grid.

Kapasitas PLTB di desa ini sangat besar, sehingga meskipun angin tidak banyak, listriknya masih cukup dari PLTB untuk desa. Selain itu mereka punya PLTBG untuk CHP sebagai sumber listrik lainnya.  

Jika memang tidak ada sama sekali listrik dari keduanya, mereka menggunakan mobile diesel generator tapi selama ini belum pernah ada kejadian menggunakan mobile diesel generator tersebut.

PLTBG (biogas plant) nya memiliki kapasitas 500 kW.

Wind farm ini di kelola oleh developer (Energiequelle). Mereka hanya menyewa pada pemilik lahan (landowner). Maintenance contract langsung dgn EPCnya yaitu enercon. Sedangkan untuk koperasi petani, mereka bangun grid sendiri sehingga mereka beli listrik lebih murah dibandingkan listrik normal (agreement dengan developer). Unutk biogas plant dan heating grid, yang punya koperasi petaninya juga. Pemerintah setempat memberikan subsisdi untuk modal awalnya.

Mirip dengan Studi Kasus di Amerika Serikat untuk rural electrification, koperasi milik petani, punya peran penting dalam elektrifikasi dengan pinjaman lunak dari pemerintah. 

##

Artikel Terkait
May, 12 2010

Oleh: Dwitho Frasetiandy (Walhi Kalsel) Dalam tulisan saya sebelumnya, pembahasan memang lebih ditekankan pada bagaimana kita coba ”membuka” daerah gelap yang selama ini hampir sama

Jun, 9 2013

Seiring dengan berakhirnya komitmen periode pertama Kyoto Protocol, banyak orang mempertanyakan mengenai nasib dari Adaptation Fund. Adaptation Fund merupakan dana yang dikumpulkan dari hasil kontribusi

Oct, 10 2016

Listrik memang telah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Namun siapkah masyarakat jika sebuah pembangkit listrik dibangun di desa mereka. Apa saja keuntungan yang akan mereka

Jul, 4 2013

Komunitas Jejak Karbon, begitu nama yang diberikan booth Institute for Essential Services Reform (IESR) saat mengikuti Festival Environment Edutainment Day, yang diselenggarakan oleh Sentra System

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close