Capai EITI Compliant Country, Indonesia Didorong Tata Tambang Lebih Transparan

Dec, 22 2015

Penulis :

Petugas menyaksikan bangunan yang dibakar warga saat operasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kampung Ciguha, Gunung Pongkor, Bogor, Jabar, Sabtu (19/9).

Petugas menyaksikan bangunan yang dibakar warga saat operasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kampung Ciguha, Gunung Pongkor, Bogor, Jabar, Sabtu (19/9).

Bisnis.com, JAKARTA — Koalisi Publish What You Pay Indonesia (PWYP)  menyambut Indonesia yang mendapatkan status EITI Compliant Country dan didorong untuk membuat sektor pertambangan lebih transparan.

Dewan Internasional Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) yang berkedudukan di Oslo, Norwegia, menetapkan Indonesia kembali menyandang status EITI Compliant Country.

Indonesia dinilai telah memberikan informasi transparan soal penerimaan negara baik pajak dan nonpajak dari perusahaan migas dan tambang yang direkonsiliasi dengan instansi pemerintah, juga dilengkapi dengan gambaran tata kelola industri.

Maryati Abdullah, Koordinator Nasional PWYP Indonesia, mengatakan keberhasilan Indonesia memberi harapan di tengah-tengah persoalan mafia migas, tambang dan konflik kepentingan. Oleh karena itu, sambungnya, pihaknya mendorong adanya perbaikan tata kelola sektor ekstraktif.

“Status ini hanya bemakna apabila tujuan akhir EITI tercapai yaitu adanya perbaikan tata kelola sektor ekstraktif, khususnya migas dan tambang menjadi lebih transparan dan akuntabel untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Maryati dalam rilisnya yang dikutip Bisnis.com, Selasa (21/12/2015).

Fabby Tumiwa, anggota Dewan Internasional EITI, mengingatkan bahwa laporan EITI perlu lebih ditingkatkan di tingkat transparansi. Hal itu menyangkut pembukaan informasi koordinat wilayah pertambangan dan kadasterial, informasi peserta tender, informasi beneficial ownership serta kontrak migas dan pertambangan.

Sumber: bisnis.com.

Artikel Terkait
Sep, 17 2013

Institute for Essential Services Reform (IESR) atas nama Sustainable Tourism through Energy Efficiency with Adaptation and Mitigation (STREAM) membuka kesempatan bagi para pemasok teknologi perangkat

Jun, 25 2010

June 25, 2010 Ulma Haryanto It may not be a solution championed by environmentalists or health workers, but the impoverished fishing village of Kalibaru, Cilincing,

Jun, 6 2008

Nurul Qomariyah – detikFinance Pembangkit listrik atau crash program tahap II yang tak lagi mengandalkan batubara dinilai tak layak baik dari sisi teknis dan finansial.

May, 13 2014

Jakarta -Krisis listrik nasional diprediksi akan mengancam pada 2018 nanti. Ada beberapa cara yang harus dilakukan pemerintah agar krisis listrik tidak terjadi.Direktur Eksekutif Institute for Essential

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+