Tempo.co | IESR Soroti 2 Hal Soal Kinerja Sektor ESDM Selama 2025

Berdasarkan studi Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2026 yang diterbitkan oleh IESR, peningkatan energi terbarukan mempengaruhi jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) dan pertumbuhan ekonomi. Dalam skenario “No Further Effort”, energi terbarukan hanya mencapai 41-43% dari campuran energi primer pada tahun 2060, menyebabkan emisi GRK terus meningkat sejalan dengan pendapatan domestik bruto (PDB) dan mencapai…

Read More

Kompas.id | Menjawab Risiko Eksplorasi Panas Bumi melalui Inovasi Teknologi

​Analis Sistem Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Institute for Essential Services Reform (IESR), Alvin Putra S, menyatakan, pihaknya menyambut baik komitmen Presiden terkait percepatan pemanfaatan energi terbarukan. Namun, belum terlihat adanya transparansi dari pernyataan-pernyataan tersebut, termasuk kejelasan dokumen perencanaan yang disiapkan. Tanpa landasan yang terbuka dan terukur, komitmen itu dikhawatirkan berhenti pada tataran wacana. Baca Lebih lanjut…

Read More

IDN Times | IESR Sebut Biaya Kerusakan Lingkungan Lebih Besar dari Insentif EV

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai rencana pemerintah menghentikan insentif kendaraan listrik pada 2026 tidak tepat. Pasalnya, nilai insentif yang dikeluarkan negara dinilai jauh lebih kecil dibandingkan beban ekonomi akibat kerusakan lingkungan dan dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh emisi sektor transportasi. Baca Lebih Lanjut di IDN Times

Read More

Republika | Biaya Kerusakan Lingkungan Akibat Emisi Lebih Mahal daripada Insentif Kendaraan Listrik

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai rencana pemerintah menghentikan insentif kendaraan listrik pada 2026 tidak tepat. Pasalnya, nilai insentif yang dikeluarkan negara dinilai jauh lebih kecil dibandingkan beban ekonomi akibat kerusakan lingkungan dan dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh emisi sektor transportasi. Baca selengkapnya di Republika.

Read More