Dag Dig Dug di Durban

Dec, 10 2011

Penulis :

Sampai dengan hari terakhir negosiasi tentang perubahan iklim di Durban, Afrika Selatan masih belum membuahkan hasil, walaupun perundingan telah memasuki waktu tambahan.

Berikut ini perkembangan terakhir negosiasi perubahan iklim di Durban:

  1. 26 Menteri yang mewakili negara industri dan berkembang, kurang berkembang (LDC0 serta negara kepulauan bertemu seja Kamis hingga Jumat (8-9/12) untuk membahas proposal keluaran negosiasi di Durban.
  2. Uni Eropa mengusulkan peta jalan menuju pada kesepakatan yang mengikat untuk pengurangan emisi GRK bagi semua negara setelah tahun 2020.
  3. Menteri Luar Negeri Afrika Selatan mengeluarkan sebuah dokumen yang mengusulkan sebuah proses untuk pembentukan sebuah protocol atau instrumen legal lainnya yang harus selesai selambatnya tahun 2015. Walaupun demikian pertemuan jumat siang ditunda sementara setelah perwakilan 120 negara berkembang yang rentan terhadap perubahan iklim, melakukan protes terhadap usulan teks yang diusulkan oleh pimpinan perundingan (chair) yang dianggap kurang ambisius dan mengikat untuk mengatasi perubahan iklim.
  4. US tetap menolak untuk melakukan penurunan emisi, tanpa adanya tindakan yang sama dari negara-negara pengemisi besar lainnya (China, India, Brasil, Afrika Selatan). China dan India bersikukuh bahwa sangatlah tidak adil memaksa negara berkembang menurunkan emisi GRK seperti negara maju yang telah menyebabkan perubahan iklim.
  5. Para negosiator akan kembali melanjutkan negosiasi pada hari Sabut pk. 8 pagi di Durban, dengan harapan dapat menyepakati sebuah teks yang menjadi dasar kesepakatan negosiasi di Durban.
Artikel Terkait
Jan, 8 2014

Tahun 2014 baru berjalan beberapa hari tetapi masyarakat sudah disuguhkan dengan parodi tentang harga elpiji. Pada awal tahun Pertamina mengumumkan menaikkan harga bahan LPG (elpiji)

May, 3 2017

“In Quebec, there are no climate change sceptics,” Pierre Arcand, politisi dari Quebec menjawab pertanyaan mengapa Quebec sangat progresif dalam mengejar efisiensi energi dan penggunaan

Feb, 22 2012

Oleh: Fabby Tumiwa Dalam perjalanan menuju salah satu resort di  kawasan Pelabuhan Ratu, kendaraan yang kami tumpangi harus mengisi kembali bahan bakar setelah menempuh perjakanan

Oct, 5 2016

Paris Agreement atau Kesepakatan Paris yang diadopsidi Conference of Party (COP) 21, dinilai sebagai keberhasilan diplomasi perubahan iklim global. Paris Agreement merupakan angin segar bagi diplomasi

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+