Direct Dialogue Sobat Esensial di Kebun Raya Bogor : 28 September 2013

Oct, 1 2013

Penulis :

Pada tanggal 7 September 2013 yang lalu, IESR mengadakan pelatihan untuk Sobat Esensial batch ke-4 mengenai perubahan iklim. Sobat Esensial adalah sebuah komunitas binaan IESR yang mendapatkan pengetahuan mengenai perubahan iklim, serta isu-isu lainnya yang terkait dengan program-program IESR. Sobat Esensial pertama kali didirikan pada tahun 2011, dan kini anggotanya mencapai lebih dari 30 orang.

Setelah Sobat Esensial 4 mendapatkan bekal teori mengenai perubahan iklim, saatnya mereka terjun ke lapangan; itu sebabnya, pada tanggal 28 September 2013 yang lalu, kami pergi ke Kebun Raya Bogor untuk melakukan uji coba mengenai apa yang sudah dipelajari di tanggal 7 September sebelumnya.

Beberapa Sobat Esensial mulai berpencar untuk mulai memberikan presentasi singkat kepada orang-orang yang sama sekali belum pernah mereka ketahui. Ada yang bertemu dengan rombongan anak-anak SMP yang sedang berkunjung ke Kebun Raya Bogor, sekelompok orang yang sedang menghabiskan waktu bersama-sama dengan teman-temannya, seorang ibu yang sedang menemani anaknya bermain, bahkan beberapa turis asing yang sedang melakukan kunjungan ke Kebun Raya Bogor.

Menjelaskan kepada orang lain ternyata lebih sulit ketimbang waktu kita semua mendapatkan penjelasan mengenai perubahan iklim secara teori, atau bahkan melakukan role-play yang sebenarnya adalah teman sendiri. Itu sebabnya, direct dialogue yang dilakukan oleh Sobat Esensial ini menjadi salah satu kegiatan yang kami lakukan untuk bisa membuat kami terbiasa dalam menyampaikan pengetahuan mengenai perubahan iklim.

Bagaimana dengan kamu, sudahkah kamu menceritakan tentang perubahan iklim dan mengajak mereka untuk mengubah gaya hidup mereka menjadi lebih rendah karbon?

Berikut adalah beberapa testimoni mereka:

Marissa Girsang : “Seru!! Jadi pengen nyobain untuk melakukannya di tempat lain!”

Nugie : “Begitu gue ngomong sama bule, hilang semua perbendaharaan kata-kata gue… Grogi…”

Sabar Raphael : “Masih agak susah sih untuk mengkomunikasikannya. Mungkin kalau ada guidelines sesuai dengan segmennya, jadi lebih mudah untuk menyampaikannya…”

Artikel Terkait
Jul, 20 2016

“Polusi udara adalah sumber resiko kesehatan terbesar keempat di dunia. Di seluruh dunia, sebanyak 3,5 juta kasus kematian dini (premature deaths) terjadi akibat kemiskinan energi

Oct, 10 2016

Listrik memang telah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Namun siapkah masyarakat jika sebuah pembangkit listrik dibangun di desa mereka. Apa saja keuntungan yang akan mereka

Sep, 6 2010

Sinerginya Kemajuan Teknologi dan Kearifan Lokal di Desa Adat Ciptagelar Kali ini kami harus akui bahwa perjalanan dari Cidaun menuju Sukabumi cukup menguras kenyamanan fisik

Oct, 5 2016

Paris Agreement atau Kesepakatan Paris yang diadopsidi Conference of Party (COP) 21, dinilai sebagai keberhasilan diplomasi perubahan iklim global. Paris Agreement merupakan angin segar bagi diplomasi

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close