Energi Terbarukan dan Efisiensi Energi : Bersinar di ADP

Jun, 9 2013

Penulis :

Pembahasan di dalam Ad hoc working group on Durban Platform membawa energi terbarukan dan efisiensi energi menjadi 2 aktivitas yang mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Berawal dari AOSIS non-paper yang diajukan oleh Alliance of Small Islands States (AOSIS) paska sesi ADP di Bonn April lalu, dimana AOSIS secara spesifik mengajukan proposal mengenai peningkatan kegiatan energi terbarukan dan efisiensi energi untuk meningkatkan ambisi sebelum tahun 2020, energi terbarukan dan energi efisiensi kini menjadi 2 jargon yang selalu diungkit. Proposal AOSIS ini kemudian didukung oleh proposal EU yang juga mendukung implementasi energi terbarukan dan efisiensi energi.

Proposal AOSIS juga menggambarkan bagaimana implementasi energi terbarukan dan energi efisiensi dapat memanfaatkan inisiatif-inisiatif yang ada di luar UNFCCC untuk mempercepat implementasi peningkatan ambisi sebelum 2020, sesaat sebelum perjanjian yang baru mulai diterapkan. Salah satu inisiatif yang kemudian diundang untuk memberikan penjelasan lebih lanjut adalah Sustainable Energy for All, sebuah inisiatif mengenai energi yang berkelanjutan yang diluncurkan oleh Ban Ki Moon di tahun 2011 lalu, yang memberikan penjelasannya di workshop mengenai Energy Transformation, Jum’at 7 Juni 2013 yang lalu.

Workshop mengenai Energy Transformation juga mengundang IEA mengenai peran dari energi terbarukan dan efisiensi energi, serta Carbon Sequestration Leadership Forum yang menyampaikan mengenai Carbon Capture Storage.

IEA menyampaikan bahwa saat ini, efisiensi energi merupakan sumber energi kelima, yang dengan menerapkannya, sebenarnya bisa memberikan energi di tempat lain. Walau demikian, IEA juga menyatakan bahwa implementasi energi terbarukan dan energi efisiensi tidak akan cukup. Energi fosil masih diperlukan untuk memenuhi permintaan energi yang ada.

Artikel Terkait
Mar, 27 2013

Salah satu pertemuan konsultasi yang diadakan oleh United Nations dalam rangka mengembangkan kerangka agenda pembangunan pasca 2015 adalah dengan berusaha mengakomodasi masukan dari akademia. Institute

Mar, 21 2012

Berawal dari ajakan seorang rekan untuk mendaftar menjadi Sobat Esensial, berlanjut dengan mencari tahu tentang isu perubahan iklim –untuk modal membuat essay 500 kata yang

Mar, 25 2015

Pertemuan Dewan Green Climate Fund, pendanaan perubahan iklim yang dibentuk hasil kesepakatan dari para Pihak di COP 16 Cancun tahun 2010, yang ke-9, kembali digelar

Jun, 9 2013

Memasuki minggu ke-2 negosiasi, Subsidiary Body for Implementation masih belum juga dimulai. Rusia masih bersikeras dengan memasukan agendanya yang terkait dengan prosedur dan legalitas dari

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close