Kontribusi dalam Memerangi Perubahan Iklim

Mar, 21 2012

Penulis :

Oleh: Agus Nuruddin / Goesti. Sobat Esensial IESR Batch 3.

Di era globalisasi ini semua orang bersaing untuk mendapatkan apa yang diinginkan, baik secara materi maupun untuk eksistensi dalam bermasyarakat. Demi meningkatkan taraf hidup dan melanjutkan kelangsungan hidup banyak cara yang di lakukan oleh semua kalangan masyarakat. Memanfaatkan kekayaan alam itu memang yang akan kita lakukan akan tetapi jika pemanfaatan alam yang berlebihan itu yang akan mengakibatkan kerusakan alam yang akhirnya akan merugikan kelangsungan kehidupan manusia.

Di perkotaan berbagai cara yang di lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga tempat tinggal di lakukan. Membuat tempat tinggal dan juga gedung-gedung untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa pun dilakukan tanpa memperhitungkan dampak kerusakan alam di kemudian hari.

Kurangnya ruangterbuka  hijau sehingga mengakibatkan pemanasan global yang mengakibatkan juga kondisi cuaca yang tidak menentu bahkan kondisi cuaca yang ekstrim. Seperti kondisi yang terjadi di kota Jakarta yang sangat panas.

Beberapa komunitas ada yang sudah sadar dengan kondisi ini dan membuat sebuah perkampungan hijau di wilayah Jakarta ini. Mereka mewajibkan setiap rumah menanam sedikitnya 10 macam tanaman di halaman rumahnya (menggunakan pot) dan untuk sampahnya di kelola dengan baik. Untuk sampah organiknya di kumpulkan dan di jadikan kompos, ada juga yang menjadikannya Bokashi yaitu sampah di campur dengan menggunakan cairan EM (Evektif Microorganisme) sehingga sampah tersebut menjadi pupuk yang akan memperbaiki kerusakan pada tanah dan menjadi nutrisi bagi tanaman yang kita tanam.

Ada juga yang mencanangkan untuk menanam tanaman yang produktif di halaman rumah seperti sayuran dan buah-buahan, ini selain mengurangi pemansana global juga bisa memperkuat ketahanan pangan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan makanan yang sehat tidak jaug dari rumah.

Cara ini sebetulnya sangat mudah dilakukan karena banyak sekali barang2 bekas yang ada di rumah yang bisa di jadikan pot untuk tempat tanaman tersebut di tanam. Seperti yang sudah di bahas diatas selain mengurangi pemanasana global juga ketahanan pangan ada juga sisi positif lainnya yaitu keindahan di sekitar pekarangan rumah yang sempit. Saat ini untuk mendapatkan bibit ataupun benih sayur dan buah pun sangat mudah karena sudah banyak penjual tanaman dan juga took-toko yang menjual kebutuhan bibit ataupun benih yang kita perlukan.

Dari hal kecil inilah kita bisa mempertahankan kelangsungan kehidupan kita di masa yang akan dating, dari kegiatan kecil inilah kita bisa membuat diri kita dan masyarakat lainnya merasakan keindahan mulai dari diri kita, rumah kita dan juga lingkungan kita dan yang lebih penting lagi keberlangsungan kehidupan di Bumi yang kita cintai ini.

Artikel Terkait
Nov, 7 2016

Pada 20 Oktober 2016, duet Jokowi-JK genap dua tahun lamanya dalam memimpin Republik Indonesia. Koalisi Masyarakat Sipil PWYP Indonesia menyoroti kinerja dari dua tahun pertama

May, 16 2012

Ad hoc Working Group on Long term Cooperation Actions dibuka pada hari Selasa, tanggal 16 Mei 2012, yang dipimpin oleh Mr. Aysar Ahmed Al Tayeb,

Jun, 19 2012

Sejalan dengan perundingan yang sedang berlangsung di Rio saat ini, sekelompok masyarakat sipil memberikan pernyataan mereka, sehubungan dengan inisiatif yang diluncurkan oleh PBB mengenai Energi

Dec, 9 2011

Sebagaimana kita ketahui, salah satu perjuangan di negosiasi perubahan iklim UNFCCC adalah perihal Green Climate Fund. Walau demikian, Green Climate Fund  akan menjadi sia-sia apabila

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close