Leave Most Existing Reserves On The Ground

Nov, 18 2013

Penulis :

Di tengah-tengah berjalannya perundingan mengenai perubahan iklim di Warsawa, Polandia, pemerintah Polandia juga mengadakan International Coal Summit di Warsawa. Tentu saja hal ini mengundang kontroversi dari berbagai pihak; di tengah-tengah peliknya perundingan perubahan iklim yang diawali dengan badai Haiyan di Filipina, Polandia masih ‘asyik’ dengan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Menurut World Coal Association (http://www.worldcoal.org/coal/uses-of-coal/coal-electricity/) 87% listrik di Polandia dibangkitkan dengan menggunakan batu bara. Bahkan Indonesia yang memiliki populasi penduduk jauh lebih besar dari Polandia, penggunaan batu baranya mencapai 44% (http://www.worldcoal.org/resources/coal-statistics/). International Coal Summit yang dilaksanakan di Warsawa seolah memberikan ‘event’ tandingan untuk COP 19.

International Coal Summit ini pun mengundang Christiana Figueras, sekretaris jenderal UNFCCC untuk memberikan keynote speech di acara tersebut. Christiana justru menggunakan kesempatan ini untuk berbicara keras pada pengusaha batu bara untuk membiarkan batu bara di tempatnya. Salah satu poin yang disampaikan oleh Christiana Figueras kepada para pelaku industri batu bara yang hadir adalah bahwa penggunaan batu bara yang menawarkan energi dengan harga terjangkau bagi negara-negara berkembang juga memberikan konsekuensi seperti ‘kesehatan’ lingkungan dan pada saat yang bersamaan juga mempengaruhi kesehatan manusia.

Christiana juga menyatakan bahwa jelas laporan IPCC ke-5 Working Group 1 yang diluncurkan pada bulan September yang lalu menyatakan bahwa emisi gas rumah kaca yang ada di atmosfir harus dikendalikan, untuk mencegah kenaikan temperatur global melebihi 2oC. Salah satu cara yang diusulkan oleh Christiana Figueras kepada para pengusaha batu bara adalah “Leave most existing reverse in the ground“!

Polandia merupakan salah satu negara yang masuk dalam kategori negara maju, dan secara politis, Polandia beberapa kali menjadi salah satu ‘penjegal’ keputusan-keputusan di EU berkenaan dengan penurunan emisi. Walau demikian, kelompok masyarakat sipil Polandia menyatakan, harus dipisahkan antara pemerintah Polandia dan masyarakat Polandia, dimana masyarakat Polandia mendukung 100% energi terbarukan. Dengan status negara maju yang disandang oleh Polandia, kewajiban-kewajiban seperti menurunkan emisi gas rumah kaca merupakan hal yang harus diadopsi oleh pemerintah Polandia.

Keynote speech Christiana Figueras dapat diunduh di bawah ini:

  1. CF speech to WorldCoalAssociation 18 Nov EMBARGOED
Artikel Terkait
Feb, 22 2012

Oleh: Fabby Tumiwa Dalam perjalanan menuju salah satu resort di  kawasan Pelabuhan Ratu, kendaraan yang kami tumpangi harus mengisi kembali bahan bakar setelah menempuh perjakanan

Sep, 6 2010

Sinerginya Kemajuan Teknologi dan Kearifan Lokal di Desa Adat Ciptagelar Kali ini kami harus akui bahwa perjalanan dari Cidaun menuju Sukabumi cukup menguras kenyamanan fisik

May, 18 2012

Partisipasi lembaga-lembaga pengamat, atau biasa disebut dengan Observers, dalam negosiasi perubahan iklim, sebenarnya tercantum di dalam Konvensi Artikel 7 paragraf 6. Observers merupakan organisasi-organisasi non

Dec, 17 2011

Udara dingin menerpa menyambut tiga belas Delegasi Resmi Pemuda Indonesia saat menginjakkan kaki di Bandara Internasional King Shaka Durban, Afrika Selatan. Delegasi Pemuda Indonesia yang

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+