Mengintip Dampak Pemanasan Global di Kebun Raya Cibodas

Jul, 25 2012

Penulis :

Pemanasan global (global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.

Dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global adalah Iklim mulai tidak stabil, Peningkatan permukaan laut, Suhu global cenderung meningkat, Gangguan ekologis dan juga Dampak sosial dan politik. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. (Wikipedia).

Dari penjelasan diatas telah diketahui berbagai macam dampaknya sehingga Sobat Esensial ingin mengetahui lebih dekat lagi perubahan iklim yang di timbulkan oleh pemanasan global ini. Dari data tempat yang diambil maka Kebun Raya Cibodas lah yang kami ambil sebagai bahan untuk obyek pembuatan film dan juga melihat lebih dekat dampak dari pemanasan global.

Dalam pembuatan film ini kami berharap bisa memberikan informasi kepada masyarakat luas apa dan bagaimana perubahan alam yang terjadi pada lingkungan sekitar baik yang kita rasakan langsung ataupun yang secara tidak langsung.

Pada hari pembuatan film kami mengubungi petugas LIPI yang notabene adalah peneliti di Kebun Raya Cibodas, bersama Bapak Rustandi B dari bagianteknisi Litkayasa kami di beri penjelasan mengenai dampak pemanasan global di Cibodas ini, beliau menjelaskan bahwa banyak dari tanaman yang siklusnya sudah berubah, yang tadinya di bulan November sudah berbunga sekarang baru mulai berbunga di bulan Juni ataupun sebaliknya. Lain halnya dengan satwa yang ada di sekitar Kebun Raya Cibodas, banyak sekali yang migrasi dari kebun raya menuju taman nasional Gunung Gede.

Koresponden selanjutnya yang kami tanyakan adalah dari para petani disekitaran Cibodas, banyak diantara mereka yang mengakui kalau produksi dari hasil panen tanamannya tidak seperti yang diharapkan seperti dahulu dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Ini diakibatkan dengan perubahan cuaca yang di timbulkan oleh pemanasan global yang mengakibatkan perubahan dari morfologi tanaman itu sendiri sehingga mempengaruhi terhadap suplay pupuk dan juga penanganan hama penyakit tanaman yang di budidayakan oleh para petani.

Koresponden yang terakhir, yang menurut kami cukup menarik untuk ditanyakan opininya adalah para pengunjung. Pengunjung yang kami maksud disini adalah pengunjung tetap atau yang minimal pernah berkunjung sebelumnya ke Cibodas, hal ini bertujuan agar kami mendapatkan opini yang bisa dikomparasi perbedaan Cibodas dulu dan sekarang. Dari total pengunjung yang kami tanyakan, 90% hasil jawabannya kurang lebih sama, mereka merasakan perubahan iklim yang cukup drastis di Cibodas. Sebagai contoh, kami kutip pendapat dari salah satu pengunjung yang sedang berekreasi mereka mengatakan “kalo dulu ke Cibodas harus pakai baju berlapis atau tebal, tetapi kalau sekarang mah cukup dengan kaos saja sudah cukup”.

Dari pembuatan film ini Sobat Esensial mengetahui dampak-dampak perubahan iklim yang terjadi di Cibodas mulai dari tumbuhan , hewan bahkan social kemasyarakatan pun mengalami perubahan. Menandakan bahwa hal ini menjadi contoh kecil yang cukup serius untuk kita sebagai manusia yang saling membutuhkan dengan alam, untuk membuat perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan hal tersebut bisa dimulai dari diri sendiri, kemudian meluas ke keluarga sebagai lingkungan terdekat dan diharapkan ke masyarakat.

Cheers,
Gusti & Tantri

Artikel Terkait
Jul, 20 2016

“Polusi udara adalah sumber resiko kesehatan terbesar keempat di dunia. Di seluruh dunia, sebanyak 3,5 juta kasus kematian dini (premature deaths) terjadi akibat kemiskinan energi

May, 11 2017

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target yang  ambisius untuk pengembangan energi terbarukan pada tahun 2025. Namun pencapaian investasi, baik dari publik dan swasta masih jauh dari

May, 28 2019

Energy Transition Blog Series #1 Energy in human civilization Paolo Malanima, an economic historian from Italy, classifies the history of the world energy into two

Mar, 3 2014

Currently, the G20 priority agenda covers sectoral issues that support development, but apparently, climate change has been the one that is left behind. Climate finance,

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+