Pemerintahan Jokowi Diapresiasi Lebih Baik Dibanding Pemerintahan Sebelumnya, Dalam Hal Ini

Dec, 21 2015

Penulis :

Pemerintahan Jokowi diapresiasi lebih baik dibanding Pemerintahan Sebelumnya, Dalam Hal Ini

Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengapresiasi kinerja dari pemerintahan Jokowi-JK. Salah satunya dalam usaha membuat semua wilayah di Indonesia dialiri listrik.

Ditambahkan oleh Fabby, kinerja pemerintahan Jokowi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Ia mencontohkan, dalam proses pembebasan lahan untuk mendukung proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt yang sudah mencapai 30 persen dalam kurun waktu satu tahun.

“Kalau yang sebelumnya, lima tahun masih saja ada kendala tapi ini satu tahun sudah ada sekitar 30 persen,” ujar Fabby dalam diskusi Energi Kita di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (20/12).

Seperti diketahui sebelumnya, proyek listrik 27.000 MW atau fast track program (FTP) I dan II di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mangkrak lantaran proses pembebasan lahan yang tak kunjung selesai.

Menurut Fabby, pemerintah saat ini juga sudah mulai memangkas sejumlah regulasi yang menghambat investasi, termasuk investasi yang mendukung proyek listrik 35.000 MW.

“Saya lihat dengan kebijakan deregulasi, hal yang tidak perlu diregulasi disingkirkan,” tuturnya.

Sumber: aktualpost.com.

Artikel Terkait
Jan, 15 2012

Rencana Pembatasan BBM Subsidi Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2012). Guna menahan jebolnya anggaran

Jan, 26 2011

Oleh Nurbaiti | Created On: 10 January 2011. JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membantah adanya penaikan tarif dasar listrik (TDL) yang diberlakukan sejak awal

Jul, 27 2011

JAKARTA (IFT) – Indonesia akan mengimpor listrik dari Malaysia untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kalimantan. Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, mengatakan impor listrik

Jan, 19 2018

JAKARTA-The Jakarta Post. Perusahaan Listrik Negara (PT PLN Persero) mengatakan akan akan mengalami kerugian pendapatan sebesar Rp. 35.49 triliun jika pemerintah menolak usulan kenaikan tarif

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close