Pernyataan Kelompok Masyarakat Sipil Sehubungan dengan Inisiatif Energi Berkelanjutan untuk Semua di Rio

Jun, 19 2012

Penulis :

Sejalan dengan perundingan yang sedang berlangsung di Rio saat ini, sekelompok masyarakat sipil memberikan pernyataan mereka, sehubungan dengan inisiatif yang diluncurkan oleh PBB mengenai Energi Berkelanjutan untukk Semua.

Sebanyak 1,3 milyar orang di dunia ini masih hidup tanpa adanya listrik, sedangkan hampir 40% dari populasi dunia ini masih bergantung pada bahan bakar padat untuk memasak atau pemanas. Namun demikian, yang terjadi di belahan bumi Utara adalah konsumpsi energi yang berlebihan memacu terjadinya perubahan iklim, dimana 11% dari populasi dunia menghasilkan setengah dari seluruh emisi gas rumah kaca. Bahkan International Energy Agency telah memberikan peringatan bahwa kegagalan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil akan membawa dunia ini pada kenaikan temperatur hingga 6o C.

Tahun 2012 ini telah dinyatakan oleh PBB sebagai tahun Energi Berkelanjutan untuk Semua dan meluncurkan inisiatif SE4All (Sustainable Energy for All). Walau demikian, inisiatif ini masih belum layak dan tidak akan dapat mencapai tingkat perubahan seperti yang diinginkan untuk mengentaskan kemiskinan energi dan juga perubahan iklim.

Sekitar 107 kelompok masyarakat sipil dari seluruh dunia bersama-sama mendukung pernyataan mengenai SE4All untuk lebih diperkuat. Beberapa pernyataan yang disepakati oleh kelompok masyarakat sipil di seluruh dunia adalah:

  1. Agar inisiatif ini menjadi sebuah inisiatif yang berarti, akuntabel, dan people-driven. Sudah seharusnya inisiatif ini menggandeng partisipasi dari kelompok masyarakat sipil di dalam setiap proses pengambilan keputusannya; apakah itu dilakukan pada tingkatan internasional, regional, maupun nasional.
  2. Tingkat ambisi yang lebih tinggi dari yang saat ini ada. Ambisi di sini tertuang dalam 3 hal:
    1. Akses yang universal. Dalam rangka untuk memberikan prioritas pada akses yang universal dan pengentasan kemiskinan energi, SE4All harus mendukung hak masyarakat untuk meng-akses layanan energi dalam cakupannya yang penuh, serta mengenali bahwa sistem yang terdesentralisasi, dimana masyarakat juga dapat memegang kendali, merupakan jalan yang seringkali termurah dan terefektif untuk memberikan layanan energi yang bersih, aman, dapat diandalkan, dan terjangkau.
    2. Pencapaian target-target yang harus dicapai sehubungan dengan isu perubahan iklim. Inisiatif yang bertujuan untuk menjaga temperatur hingga 2C, walaupun sebenarnya, 2C tidaklah cukup.

Kepemimpinan internasional dan dukungan. Negara-negara yang lebih miskin serta masyarakat termiskin di dunia memerlukan dampingan untuk menyadari hak mereka terhadap akses pada energi yang universal dari sumber-sumber yang bersih, aman, dapat diandalkan dan juga sumber-sumber yang terjangkau. Demikian pula dengan transisi sektor energi mereka dari penggunaan bahan bakar fosil dengan cara yang adil.

Pernyataan Kelompok Masyarakat Sipil tersebut dapat dilihat berikut ini:

SE4All Rio Statement_SIGN_ONS_17-6-12 (1).

Artikel Terkait
Jan, 7 2019

Fabby Tumiwa[*] Pengembangan pembangkit energi terbarukan sepanjang 4 tahun pemerintahan Joko Widodo nyaris jalan di tempat. Laporan Status Energi Bersih Indonesia 2018 yang diluncurkan IESR

Dec, 4 2011

Salah satu acara yang menarik di setiap pertemuan resmi mengenai perubahan iklim UNFCCC  adalah Fossil of the Day. Fossil of the Day ini dilaksanakan oleh

Feb, 10 2012

Oleh: Morentalisa Hutapea  Pertamina itu sapi perah pemerintah! Imej tersebut telah melekat kuat selama berpuluh-puluh tahun institusi tersebut berdiri. Selain itu, istilah Pertamina itu lahan basah,

Jul, 20 2013

“Banyak orang merayakan ulang tahun Jakarta dengan mengotori jalanan kotanya, 226 orang lainnya merayakannya dengan membersihkan suakanya‎…” Seorang teman (sebut saja Nugie), menuliskan status tersebut

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+