Perubahan Iklim Global

Mar, 21 2012

Penulis :

Oleh: Sarah Apriliani Nurjanah, Sobat Esensial IESR Batch 3

Perubahan iklim global saat ini sudah mencapai tingkat yang cukup parah. Suhu mulai meningkat, cuaca semakin tidak menentu dan semakin panas. Perubahan iklim di dunia ternyata berhungan dengan tingkat pengendalian sosial manusia. Misalnya pola hidup dan tingkah laku. Seperti banyaknya pembangunan green house atau hiduponik. Kebanyakan masyarakat Indonesia maupun daerah tingkat kepeduliannya terhapap lingkungan sangat rendah.

Pembangunan rumah kaca mempunyai keunungan yang besar dalam pertanian dan dalam peningkatan tingkat ekomoni. Namun karena kurangnnya kepedulian dan tidak terkendalinya pembangunan rumah kaca. Indonesia adalah negara yang termasuk kedalam negara berkembang yang menghasilkan polusi, sampah terbanyak. Sehingga banyak sekali faktor-faktor yang dapat merusak iklim. Selain itu pemanasan global juga berpengaruh bagi pertumbuhan manusia. Salah satunya adalah membuat manusia menjadi kerdil.

Salah saru cara untuk mengendalikan dan mencegah pemanasan global terus meningkat adlah dengan menyadarkan masyarakat akan pentingnya peduli terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Selain itu saya ingin sekali membuat penyuluhan di daerah tempat lahir saya yang dulu adalah sebuah desa yang indah nan asri. Sekarang desa ini menjadi gersang dan panas akibat pembangunan rumah kaca yang  begitu cepat dan banyak.

Tingkat ekomoni menngkat namun lingkungan sekitar telah rusak. Sehingga dibutuhkan kesadaran masyarakat desa ini untuk adanya pengendalian pembangunan rumah kaca. Memberikan penyuluhan berupa cara mengatasi permasalahan yang terjadi adalah dengan membuat sumur resapan. Karena pada saat membangun rumah kaca tidak disediakan penyerapan air.

Artikel Terkait
Jan, 25 2010

Saya rasa sudah banyak orang membahas betapa kerennya film Avatar karya James Cameron yang memakan budget hingga 400 juta US$ lebih ini. Film yang bercerita

Jun, 9 2013

Pembahasan di dalam Ad hoc working group on Durban Platform membawa energi terbarukan dan efisiensi energi menjadi 2 aktivitas yang mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.

Dec, 9 2011

Konferensi Para Pihak untuk Konvensi Perubahan Iklim ke-17 di Durban (COP 17 Durban) kini menuju pada akhirnya. Masih belum diketahui, apakah negara maju pada akhirnya

Dec, 1 2011

Penulis IESR Indonesia Selama dua minggu, dimulai dari 28 November 2011, para delegasi dari 190 negara berkumpul di Durban, Afrika Selatan. Mereka berkumpul dengan harapan

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close