Pojok Energi Goes to UNDIP

Oct, 19 2019

Penulis :

Sejak awal tahun 2017, IESR menginisasi Pojok Energi, sebuah platform diskusi mengenai energi yang bertujuan untuk mempertemukan pengambil kebijakan dengan beragam pemangku kepentingan dan masyarakat untuk membahas isu energi dari berbagai perspektif dan memberikan masukan konstruktif pada pengambil kebijakan. Hingga kini, Pojok Energi telah diselenggarakan sebanyak 12 kali dengan tema yang berbeda-beda. Selain untuk audiens umum, Pojok Energi juga bekerja sama dengan universitas dan kampus, untuk memperkenalkan dan memperdalam isu energi bersama pengajar dan mahasiswa. Pojok Energi Goes to Campus ini mengambil tema secara lebih spesifik, disesuaikan dengan tuan rumah universitas tujuan.

Pada tanggal 14 Oktober 2019, Institute for Essential Services Reform (IESR) berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang (Undip) untuk menyelenggarakan Pojok Energi Goes to Undip, mengambil tema “Energi Terbarukan dan Perannya untuk Kemandirian Energi Indonesia”. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Undip, Ir. M. Agung Wibowo, MM, MSc, PhD, menyampaikan pentingnya diskusi inlusif seperti Pojok Energi Goes to Campus untuk membangun wawasan mahasiswa dan memperkaya perspektif ilmu yang mereka pelajari untuk isu yang lebih luas. Dr. Agung Wibowo juga menyampaikan bahwa Fakultas Teknik Undip telah mengintegrasikan perspektif pembangunan berkelanjutan dalam tugas-tugas mahasiswa di 12 jurusan, misalnya efisiensi energi dan bangunan hijau untuk jurusan arsitektur. Dr. Agung Wibowo juga berharap IESR dan Fakultas Teknik Undip dapat bekerja sama lebih lanjut dalam bentuk nota kesepahaman, untuk mendorong isu energi dalam terapan ilmu yang lebih luas.

Pojok Energi Goes to Undip ini menghadirkan Mustaba Ari Suryoko dari Kementerian ESDM, Eni Lestari dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Dr. Agus Setiawan dari Fakultas Sains dan Matematika Undip, Pamela Simamora dari IESR, dan Kristin Damayanti dari Yayasan Trukajaya Salatiga. Selain membahas kebijakan energi nasional, perkembangan dan tantangannya, serta relevansi pembangunan energi terbarukan dengan kebutuhan sumber daya manusia saat ini; para pembicara tersebut juga menyampaikan bagaimana pemerintah provinsi mengambil peran aktif dalam pengembangan energi terbarukan, potensi-potensi energi terbarukan di Jawa Tengah, pendampingan masyarakat dan pemberdayaan komunitas, prospek dan aspek teknis panas bumi di Jawa Tengah, serta konteks transisi energi global dan pengaruhnya untuk Indonesia; juga bagaimana komunitas akademis dapat mengambil peran aktif dalam tren transisi energi ini.

Dalam diskusi yang dihadiri lebih dari 130 mahasiswa ini, beragam pertanyaan dan komentar dibahas secara lebih mendalam bersama pembicara. Keterkaitan dunia akademis dengan pengembangan energi terbarukan, misalnya, mendapatkan perhatian yang cukup intens dari peserta yang hadir. Beberapa mahasiswa menyampaikan inovasi-inovasi terkait penggunaan energi terbarukan yang mereka minati dan mereka kembangkan, tantangan yang mereka hadapi dalam menciptakan inovasi tersebut, dan dukungan yang mereka harapkan bisa diberikan oleh pemerintah. Menjawab masukan ini, Mustaba Ari S. dan Eni Lestari menyampaikan bahwa dalam lingkup kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dukungan pada inovasi dilakukan di bawah payung pusat penelitian dan pengembangan, dan mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini. Dr. Agus Setiawan yang juga bertanggungjawab atas kegiatan kemahasiswaan juga mendorong mahasiswa untuk berkomunikasi secara intens dengan pihak kampus yang selama ini telah banyak memfasilitasi pengembangan inovasi mahasiswa. Peserta juga menyampaikan ketertarikan mereka untuk terlibat aktif dalam diskursus energi, tidak terbatas pada pengetahuan tentang energi terbarukan dan transisi energi; juga harapan untuk membentuk komunitas energi, terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, dan prospek berkarir dalam sektor energi terbarukan.

Marlistya Citraningrum dari IESR sebagai moderator menutup diskusi Pojok Energi Goes to Undip dengan menggarisbawah pentingnya kolaborasi dunia akademis dengan sektor kebijakan publik, bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran aktif dengan memberikan masukan konstruktif untuk kebijakan energi dan mendorong berbagai inovasi, serta bagaimana diskursus energi perlu terus diramaikan untuk mewujudkan pembangunan dengan sistem energi berkelanjutan di Indonesia.


Marlistya Citraningrum, Program Manager Sustainable Energy Access


Materi paparan dapat diunduh di tautan ini.

Artikel Terkait
Oct, 5 2017

Menurut kajian PBB tahun 2014,  54 persen populasi bermukim di area urban. Angka ini diperkirakan akan naik hingga mencapai 66 persen pada tahun 2050. Asia

Feb, 19 2013

Potensi pasar efisiensi energi untuk industri dan bangunan di Indonesia bernilai miliaran dollar. Studi ADB tahun 2009 memperkirakan nilai pasar energi efisiensi di Indonesia bernilai

Mar, 6 2018

Download Nulled WordPress ThemesDownload Best WordPress Themes Free DownloadDownload WordPress ThemesDownload WordPress Themes Freefree download udemy coursedownload karbonn firmwareDownload Nulled WordPress Themes

Apr, 26 2010

26 April 2010, Jakarta – Hari ini 40 orang aktivis organisasi masyarakat sipil dari Greenpeace, WALHI, KIARA, Jatam, MANUSIA, IESR, SHI, SatuDunia, CSF, Muria Institute

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+