Report Launching on Solar Archipelago: Delivering 100 GW Solar PV Program in Indonesia In Collaboration IESR and the Coordinating Ministry for Economic Affairs (CMEA)

Latar Belakang

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) telah menerbitkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) periode 2025-2060. Dalam dokumen RUKN disebutkan bahwa untuk mencapai NZE pada tahun 2060 atau lebih awal, diperlukan tambahan pembangkit tenaga listrik rata-rata sekitar 9,6 GW/tahun untuk mencapai total kapasitas sebesar 443 GW yang terhubung pada sistem tenaga listrik nasional. Dari 443 GW, sekitar 41,5% akan berasal dari pembangkit variable renewable energy (VRE), dilengkapi dengan penyimpanan energi sebesar 34 GW, dan 58,5% pembangkit dispatchable (bukan VRE). Berdasarkan share dari pembangkit VRE, PLTS menjadi tulang punggung sistem tenaga listrik nasional pada tahun 2060 dengan total kapasitas sekitar 108,7 GW, diikuti dengan PLTB sebesar 73,5 GW dan PLTA sebesar 70,5 GW. 

Sementara itu, RUPTL PLN untuk periode 2025-2034 menunjukkan perencanaan yang sejalan dengan RUKN 2025-2060. Adanya rencana penambahan kapasitas sebesar 42,6 GW dari energi terbarukan, dengan penambahan terbesar dari PLTS yaitu 17,1 GW yang mengharuskan PLN harus berhasil melakukan pengadaan pembangkit energi terbarukan hingga beroperasi secara komersial (COD), sebesar 4,26 GW rata-rata setiap tahunnya. Sementara itu pertambahan rata-rata kapasitas pembangkit energi terbarukan di jaringan PLN dalam 5 tahun terakhir hanya sebesar 0,7 GW (IESR, 2025). 

Di sisi lain, untuk mewujudkan salah satu misi Astacita yaitu swasembada energi, Presiden Prabowo memerintahkan pembangunan PLTS 100 GW yang dilengkapi dengan 320 GWh sistem penyimpanan energi yang tersebar di 80 ribu desa di seluruh Indonesia (Kompas, 2025). Kebijakan yang bertujuan untuk memperluas akses listrik ke seluruh desa di Indonesia, dimana pengelolaannya akan dilakukan oleh masing-masing 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), perlu disambut dan didukung dengan strategi dan perencanaan yang komprehensif. Kebijakan ini tentunya akan dapat menjawab kendala yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan elektrifikasi pada desa-desa yang belum mendapatkan aliran listrik dari PLN dengan jumlah sekitar 5.758 desa atau 1,2 juta rumah tangga (ESDM, 2025). Oleh karena itu, kolaborasi yang solid berbagai pemangku kebijakan lintas sektor dari berbagai tingkatan perlu dibentuk agar program pembangunan PLTS 100 GW dapat terlaksana dengan baik, memberikan nilai manfaat bagi masyarakat, dan berkelanjutan. 

IESR, mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GW. Program dapat mengakselerasi transisi energi, mendorong pertumbuhan rantai pasok teknologi energi surya, penciptaan lapangan kerja hijau, dan peningkatan akses listrik yang berkualitas, merata dan terjangkau sekaligus mendukung upaya pencapaian kemandirian dan swasembada energi nasional. Sejalan dengan urgensi dan besarnya skala program tersebut, bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Bidan Perekonomian, IESR telah menyiapkan laporan awal mengenai peta jalan implementasi program PLTS 100 GW. Laporan awal ini direncanakan akan diluncurkan secara resmi kepada publik dan para pemangku kepentingan melalui kegiatan Initial Report Launching on Solar Archipelago: Delivering 100 GW Solar PV Program in Indonesia

Tujuan

Kegiatan webinar ini bertujuan untuk:

  1. Mendiseminasikan laporan awal IESR terkait usulan implementasi program PLTS 100 GW.
  2. Mendiskusikan rekomedasi untuk implementasi Program PLTS 100 GW. 
  • 00

    days

  • 00

    hours

  • 00

    minutes

  • 00

    seconds

Book Event

Form/ticket icon icon
Book Event
Free
Form/up small icon icon Form/down small icon icon
Available Tickets: Unlimited

Book for Webinar: Report Launching on Solar Archipelago: Delivering 100 GW Solar PV Program in Indonesia In Collaboration IESR and the Coordinating Ministry for Economic Affairs (CMEA)

The "Book Event" ticket is sold out. You can try another ticket or another date.

Date

Feb 23 2026

Time

14:45 - 18:15
REGISTER

Speakers

QR Code