Arief

Arief Rosadi

Koordinator Proyek Diplomasi Iklim

Sebagai Koordinator Proyek Diplomasi Iklim di IESR, Arief bertanggung jawab dalam merencanakan dan mengimplemetasikan aktivitas diplomasi iklim di Kawasan Asia Tenggara. Ia memiliki ketertarikan yang tinggi serta pengalaman yang ekstensif terkait diplomasi Iklim yang telah ia rintis sejak duduk dibangku perkuliahan.

Sebelum berkarir di IESR, Arief bekerja sebagai Pelaksana Kebijakan dan Teknis di Kementerian Lingkungan dan Kehutanan berkolaborasi dengan GIZ di bawah Climate Governance Project selama 2 tahun 3 bulan. Selama di pemerintahan, ia memberikan dukungan teknis, administrasi, dan subtansi untuk Sekretariat Indonesia National Focal Point (NFP) to the UNFCCC. Termasuk terlibat dalam penyusunan Submisi dan Kertas Posisi Indonesia untuk Bonn Climate Change Conference 2019 (Germany), COP-25 (Madrid, Spain), mendesain matrix Kertas Posisi Indonesia untuk COP-26 di (Glasgow, UK), serta terlibat dalam proses multilateral dan regional lainnya yang berkaitan dengan perubahan iklim seperti Asean Working Group on Climate Change (AWGCC), The Cartagena Dialogue, dan G-77

Arief memperoleh pelatihan profesional mengenai negosiasi iklim di Bangkok pada tahun 2020, “The ASEAN Negotiators’ Group on Agriculture (ANGA) Meeting and UNFCCC Negotiations Training” yang diselenggarakan oleh ASEAN Climate Resilience Network

Sebelum memasuki dunia praktisi, Arief pernah menjadi Asisten Dosen selama 3 tahun di Universitas Padjadjaran (Bandung) serta menjadi Penasehat untuk Universitas Al-Ghifari (Bandung) dalam pengembangan program peningkatan kapasitas terkait perubahan iklim dan menyediakan bantuan subtansi dalam mendesain short diplomatic course on G-20 Environmental Ministerial Meeting-Climate Sustainability Working Group (CSWG).

Dia meraih gelar Sarjana dan Magister dalam Bidang Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran.

Iqbal memulai karirnya dengan bekerja di beberapa proyek yang dikelola oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH di Indonesia, mengerjakan berbagai isu pembangunan berkelanjutan, khususnya energi terbarukan. Ia juga memiliki pengalaman bekerja sebagai analis data rantai pasokan minyak sawit global untuk Earthworm Foundation sebelum bergabung dengan IESR.

Iqbal meraih gelar MBA dari Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung dengan fokus pada manajemen pengetahuan dan kewirausahaan. Dan gelar sarjana ekonomi sumber daya & lingkungan dari Institut Pertanian Bogor.

Publikasi Terkait

Artikel Terkait