IESR Dukung Program Unggulan Gubernur “Bali Mandiri Energi” melalui Percepatan Pemanfaatan PLTS Atap

Denpasar, 15 Mei 2025 – Gubernur Bali, I Wayan Koster, hari ini meluncurkan Percepatan Pemanfaatan PLTS Atap untuk mencapai Bali Mandiri Energi yang merupakan  salah satu program unggulannya. Institute for Essential Services Reform (IESR) menyambut positif inisiatif ini dan melihat ini sebagai langkah progresif untuk mendorong kemandirian energi berbasis sumber daya lokal sekaligus…

Read More

Mendorong Peran Pemuda Berdaya Demi Energi Berkelanjutan

Semarang, 3 Mei 2025 - Jawa Tengah, sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alam, budaya, dan potensi manusia, menghadapi tantangan besar dalam menghadapi krisis iklim. Fenomena seperti kenaikan muka air laut yang menggerus pesisir utara dan pola cuaca ekstrem yang mengganggu hasil panen petani semakin memperlihatkan dampak nyata perubahan iklim. Tantangan-tantangan ini menuntut upaya…

Read More

Webinar Perang Dagang vs Perang Iklim: Industri Indonesia Dihimpit Dua Tantangan

Tayangan Ulang Latar Belakang Pada April 2025, Presiden AS Donald Trump kembali memperkenalkan kebijakan tarif resiprokal melalui “Liberation Day Tariffs” yang memberlakukan tarif dasar 10% untuk seluruh impor, serta tambahan tarif hingga 54% bagi negara-negara dengan defisit perdagangan terhadap AS. Indonesia termasuk dalam daftar negara terdampak dengan tambahan tarif sebesar 32%, khususnya terhadap produk…

Read More

Memetik Pembelajaran dari Praktik Desentralisasi Energi Internasional

Jakarta, 22 April 2025 - Sistem energi terdesentralisasi menjadi satu model penyediaan energi yang dinilai memiliki pendekatan yang lebih partisipatif karena memperhitungkan keterlibatan masyarakat lokal dan memanfaatkan sumber energi yang tersedia di tingkat lokal.  Pembelajaran dari pengembangan proyek desentralisasi energi pada skala global menjadi salah satu topik diskusi Regional Dialogue: Promoting Decentralized Energy Access in…

Read More

Dialog Regional Promoting Decentralized Energy Access in Southeast Asia

Ragam Peluang Baru dari Desentralisasi Energi di Asia Tenggara

Jakarta, 22 April 2025 - Asia Tenggara menyaksikan pertumbuhan ekonomi signifikan yang berdampak pada permintaan energi yang melonjak drastis. Dengan kondisi geografis yang terdiri dari wilayah kepulauan, sistem pembangkit energi terdesentralisasi menjadi suatu kebutuhan untuk memastikan pasokan energi yang handal dan berkualitas untuk semua komunitas. Asia Tenggara saat ini masih didominasi oleh pembangkit berbasis fosil…

Read More

Membangun Rantai Pasok Manufaktur Energi Terbarukan Indonesia

Jakarta, 25 Maret 2025 - Keberadaan rantai pasok domestik untuk komponen energi terbarukan diyakini dapat memotong harga produksi dan meningkatkan daya saing energi terbarukan Indonesia. Namun, hingga saat ini Indonesia masih belum memiliki rantai pasok manufaktur energi terbarukan yang mumpuni. Sejumlah hal masih menjadi tantangan pengembangan manufaktur komponen energi terbarukan. Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute…

Read More

IESR Inisiasi Komunitas untuk Mempercepat Pembangunan Hidrogen Hijau Indonesia

Jakarta, 27 Maret 2025 - Pemanfaatan hidrogen hijau akan membantu Indonesia mencapai target net zero emission (NZE) 2060 atau lebih cepat melalui pemanfaatannya pada sektor kelistrikan, industri dan transportasi. Produksi hidrogen hijau akan mempercepat pembangunan pembangkit energi terbarukan dan mendukung strategi mitigasi di sektor-sektor pengguna  yang emisi sulit ditekan, seperti industri berintensitas energi…

Read More

Webinar Publik: Siapkah ASEAN Memajukan Inisiatif Listrik Lintas Batas Regional?

Latar Belakang Cakupan listrik sangat bervariasi di seluruh Asia Tenggara, dengan beberapa negara, seperti Singapura dan Brunei, memiliki cakupan 100% dan negara lainnya, seperti Myanmar, hanya memiliki cakupan 66%. Cakupan listrik, seperti halnya di banyak negara lain, membantu mengentaskan kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan standar hidup masyarakat. Namun, meningkatkan ketahanan energi di Asia Tenggara…

Read More

Pengembangan Industri Manufaktur Energi Terbarukan Mempunyai Potensi Ekonomi Hingga Rp8.824 Triliun di 2060

Jakarta, 25 Maret 2025 -  Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang diterbitkan di akhir 2024 menargetkan dari 444 GW kapasitas pembangkit energi pada 2060, sebesar 73,6 persen (326 GW) akan berasal dari sumber energi baru dan energi terbarukan. Energi matahari, angin, dan baterai masing-masing berkontribusi sekitar 109 GW, 74 GW, dan 34 GW. Upaya…

Read More