Manajer Diplomasi Iklim dan Energi IESR Arief Rosadi menilai Indonesia memiliki momentum politik yang kuat untuk berperan sebagai pemimpin negara Global South dalam memperkuat aksi iklim pasca-COP30. Baca selengkapnya di Republika.
Mengusulkan batu bara sebagai bahan bakar transisi dalam sistem energi ASEAN dapat mengirimkan sinyal yang tidak jelas terhadap iklim investasi energi terbarukan di kawasan ini, yang dapat menghambat investasi dalam pengembangan energi terbarukan.
Baca selengkapnya di Jakarta Post.
Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR di Festival Energi Terbarukan 2024
Jakarta, 21 April 2024 - Kenaikan suhu global akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca berdampak pada krisis iklim yang memicu meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data World Meteorological Organization (WMO), suhu rata-rata bumi pada 2014-2023 telah berada pada 1,2 -1,3 derajat Celcius di atas rata-rata tahun…
Sejak pagi, beberapa truk berisi sampah masuk ke area Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Di sini, sampah-sampah itu bakal diolah menjadi listrik.
Baca selengkapnya di KBR.
Pemerintah Indonesia perlu menggencarkan diplomasi iklim di berbagai forum internasional karena ancaman perubahan iklim kian nyata. Sebagai gambaran, saat ini Antartika dan Greenland mencair tiga kali lebih cepat dibandingkan awal 1990 sehingga berpotensi menjadi kekacauan iklim ke depannya.
Baca selengkapnya di Koran Jakarta.
Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ke-28, atau COP28, perlu menghasilkan rencana aksi yang jelas untuk menjaga agar fase pengurangan emisi global tetap berada di jalurnya, sebuah forum regional di Jakarta mengatakan.
Baca selengkapnya di China Daily.
Ada banyak isu terkait diplomasi iklim dan energi negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang belum menyentuh masyarakat.
Baca selengkapnya di Kompas.
Jakarta, 20 Oktober 2023 - Indonesia sebagai ketua Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) 2023, mencatatkan beberapa pencapaian terkait isu iklim dan transisi energi, di antaranya meluncurkan ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance (ATSF) Versi 2 dan pencanangan Strategi Netralitas Karbon ASEAN. Institute for Essential Services Reform (IESR) mengapresiasi kemajuan tersebut. Namun…
Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai pembangunan berkelanjutan yang minim emisi dipercaya akan membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Baca selengkapnya di Warta Ekonomi.
Brown to Green Report 2019:
Strategi Transformasi Perekonomian Indonesia menuju Net-zero Emission Economy dalam Menangani Perubahan Iklim sebagai Upaya Pencapaian Paris Agreement
Jakarta, 19 November 2019 -- IESR. Emisi karbon dari negara-negara G20 terus meningkat sebagai akibat dari tingginya penggunaan bahan bakar fosil dalam penyediaan energi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Bahkan, tidak satupun dari mereka…