Siapa yang akan Menanggung Risiko untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di Indonesia?

Dalam rancangan terbaru kebijakan energi nasional (KEN) Indonesia dan peta jalannya, pengenalan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dijadwalkan pada tahun 2032. Pada awalnya, PLTN direncanakan untuk berkontribusi sebesar 250 MWe, yang terdiri dari 0.4% dari bauran energi, dengan proyeksi bahwa kebijakan ini akan ditingkatkan hingga 11.4% pada tahun 2060 dalam Sistem Energi Indonesia. Kapasitas ini…

Read More

press release

Pembelajaran dari Fukushima, Pengembangan PLTN Telah Memasuki Masa Senja

Jakarta, 11 Maret 2022 -  Di tengah upaya dekarbonisasi energi untuk mencapai netral karbon secepatnya pada pertengahan abad atau pada tahun 2060, pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Namun, beberapa kecelakaan PLTN di dunia seperti Three Mile Island (1979), Chernobyl (1986), dan Fukushima (2011) mengindikasikan PLTN sarat risiko keamanan serta…

Read More

Utamakan Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia, PLTN menjadi pilihan akhir

Sejak awal kemunculannya energi nuklir telah menimbulkan suatu dialog bahkan perdebatan tentang manfaat dan risiko yang dibawanya. Di satu sisi nuklir dapat memenuhi kebutuhan energi, dan dapat digunakan dalam berbagai bidang seperti medis dan militer. Namun nuklir juga membawa risiko kebocoran radiasi. Terdapat peristiwa kecelakaan nuklir yang patut dicatat mulai dari Three Mile Island…

Read More