29 April, Energi Bersih dan Perannya dalam Mendorong Kewirausahaan Perempuan

May, 2 2019

Penulis :

Pojok Energi IESR kembali dilaksanakan pada 29 April 2019 di Ke:Kini Komunitas Ruang Bersama, Cikini, Jakarta.

Bertepatan dengan hari Kartini pada 21 April dan hari Bumi pada 22 April, IESR pun mengusung tema “Energi Bersih dan Perannya dalam Mendorong Kewirausahaan Perempuan” serta menghadirkan Narasumber Kartini – Kartini Indonesia yang berkiprah di Industri Energi Bersih/Terbarukan, yakni:

  • Dayu Hatmanti, Pendiri dan Pemilik SVAS Coldpress Juice Jakarta
  • Annisa Sekar Palupi, Pendiri dan Pemimpin Rumah Surya
  • Marlistya Citraningrum, Manajer Program – Akses Energi Berkelanjutan Institute for Essential Services Reform

pada sesi dikusi yang di Moderatori oleh Researcher IESR, Melina Gabriella ini, terdapat catatan penting dari forum diskusi tersebut:

  1. Pekerjaan yang dilakukan Perempuan sangat berkaitan dengan energi; pada pekerjaan rumah tangga, misalnya saat memasak, ataupun saat berwirausaha dalam produksi dan pengembangan bisnisnya, Menjadikan Perempuan sebagai pengguna energi yang dominan. Namun Perempuan seringkali hampir tidak dilibatkan dalam pembahasan terkait akses energi, baik di kawasan perdesaan maupun perkotaan.
  2. Tersedianya akses energi bersih yang melibatkan kebutuhan Perempuan dapat memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan mereka. Salah satu cerita nyata dari pedesaan berasal dari Mama Rovina dari Lembata, NTT. Sebagai Ibu tunggal dari 2 anak, Mama Rovina berhasil memanfaatkan lampu tenaga surya yang ia beli untuk menangkap teripang. Terbukti penjualannya meningkat seiring dengan pengeluarannya akan minyak tanah yang menurun, menjadikannya sukses meningkatkan kehidupannya secara finansial. Keberhasilannya membuat Mama Rovina juga sukses memasarkan lampu tenaga surya tersebut hingga 350 unit dan menjangkau lebih dari 1500 orang. Kini ia semakin percaya diri dan bahkan memiliki pemikiran kedepan untuk menyimpan hartanya dalam bentuk aset tanah demi masa depan kedua anaknya.
  1. Bisnis panel surya saat ini pun masih didominasi oleh pria baik dari aspek penjual maupun pembeli. Perempuan pada umumnya tidak familiar dengan hal-hal yang berkaitan dengan operasional dan pemeliharaan serta takut akan risiko tersengat listrik. Sehingga diperlukan bentuk usaha penyediaan energi bersih yang ramah konsumen (user-friendly), trendy,memiliki efek positif yang signifikan terhadap cost reduction, dan memberikan nilai tambah seperti self-branding, reward/label, dan certification. Wirausaha perempuan yang bergerak dibidang energi pun harus memiliki energy leadership yang tinggi seperti berperan aktif dalam memonitor dan mengontrol konsumsi energi.
  2. Saat ini semakin banyak wirausaha Perempuan yang berorientasi pada bisnis ramah lingkungan, Seperti konsep yang di usung Oleh SVA Coldpressed Juice, yang di pimpin oleh Mantan Miss Scuba International 2011 ini, Mba Dayu, dengan menggunakan botol kaca pada produk minuman yang dapat dipakai berulang kali dengan sistem langganan (setelah pelanggan mengonsumsi produk minuman, botol tersebut akan diambil oleh penjual untuk dipakai pada konsumsi berikutnya). “Saya ingin memiliki Bisnis yang tidak merusak Bumi” Ucapnya.
  3. Diperlukan transfer pengetahuan dalam bentuk yang lebih menarik, ringan, dan santai untuk mendorong wanita menjadi pelaku di bidang energi bersih, misalnya melalui optimalisasi penggunaan media sosial.

Disaat kesadaran masyarakat terutama Perempuan sudah meningkat, dukungan dari pemerintah untuk menurunkan harga listrik dari energi bersih (dengan insentif maupun subsidi)  akan semakin memercepat pertumbuhan energi bersih di Indonesia.

Foto – foto dari kegiatan ini dapat anda lihat disini, serta bahan presentasi dari Mba Icha (Rumah Surya) dapat di unduh disini.

Proceeding dari kegiatan ini juga dapat di undung di sini.

Artikel Terkait
Nov, 21 2018

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Moazzam Malik, mengatakan Indonesia berperan penting dalam pengendalian perubahan iklim dalam mempengaruhi Kesepakatan Paris (Paris Agreement).

Jun, 1 2018

Kebijakan Energi Nasional (KEN) Indonesia mentargetkan adanya peningkatan bauran energi terbarukan dari 5% pada 2015 menjadi 23% pada 2025. Target ini mengindikasikan kapasitas pembangkitan listrik

Oct, 25 2013

Walaupun Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan laju pertumbuhan yang cukup cepat, permasalahan kemiskinan energi di Indonesia masih sangat mencolok. Data menunjukkan bahwa sekitar

Dec, 13 2014

Ini merupakan kerangka kerja yang unik yang dapat membantu negara-negara ASEAN memenuhi panggilan untuk menyelaraskan kebijakan mineral dan memastikan bahwa sumber daya ekstratif akan memberikan

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+