Webinar Dinamika Geopolitik dan Dampaknya terhadap Agenda Transisi Energi di Kawasan Asia Tenggara dan Indonesia
Latar Belakang
Kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) baru-baru ini telah meningkatkan ketidakpastian global, yang ditandai dengan komitmen yang tidak konsisten terhadap multilateralisme, keterlibatan selektif dalam konflik internasional, serta tindakan diplomatik sepihak. Khususnya, AS telah menarik diri dari organisasi internasional utama yang terkait dengan iklim dan energi, seperti UNFCCC, IPCC, dan IRENA, sebagai bagian dari pengunduran diri yang lebih luas dari 66 organisasi dan perjanjian internasional yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS (The White House, 2026). Para kritikus berpendapat bahwa tindakan ini merusak kerja sama iklim global dan dapat memperlemah kerangka internasional yang memfasilitasi kolaborasi serta pembiayaan energi bersih (Reuters, 2026). Pada awal 2026, intervensi militer AS di Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan upaya untuk menguasai sumber daya minyak negara tersebut, memicu respons diplomatik dari negara-negara Asia Tenggara (The Diplomat, 2026). Secara kolektif, perkembangan ini memperkuat persepsi akan pendekatan AS yang asertif dan sulit diprediksi, yang membawa implikasi signifikan terhadap norma internasional dan stabilitas regional, serta diskursus kebijakan mengenai transisi energi dan agenda iklim.
Guncangan geopolitik ini membawa implikasi signifikan bagi Asia Tenggara, kawasan yang diakui secara luas sebagai salah satu wilayah yang paling rentan terhadap perubahan iklim di dunia. Di saat permintaan energi melonjak pesat dan kawasan ini tengah berupaya beralih ke jalur pembangunan rendah karbon, Asia Tenggara sangat bergantung pada institusi multilateral yang stabil untuk pendanaan iklim, bantuan teknis, serta kerangka kebijakan yang terkoordinasi guna mendukung upaya transisi energi dan adaptasi (ASEAN, 2024). Mundurnya AS dari kepemimpinan iklim global berisiko memperlemah struktur pendukung ini di saat Asia Tenggara menghadapi dampak iklim yang kian meningkat, pertumbuhan permintaan energi, dan ruang fiskal yang terbatas (Zeiner-Morris dan Lyhong, 2025). Akibatnya, ketidakpastian geopolitik yang meningkat dapat menyulitkan upaya Asia Tenggara dalam mengejar transisi energi yang tepat waktu, terjangkau, dan berkeadilan (Hsu dan Landa, 2025).
Bagi Indonesia, tantangan ini terasa sangat nyata. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan aktor utama dalam Global South, Indonesia perlu menavigasi risiko geopolitik bersamaan dengan prioritas pembangunan nasional dan transisi energinya (Antara, 2025). Indonesia telah mengadopsi strategi kemitraan yang terdiversifikasi dan diplomasi pragmatis, yang bertujuan untuk mempertahankan tradisi kebijakan luar negeri bebas aktif sambil tetap terlibat dengan berbagai aktor global (The Jakarta Post, 2026). Kepemimpinannya di tingkat regional maupun internasional memposisikan Indonesia sebagai pemangku kepentingan utama dalam memajukan jalur transisi energi yang inklusif dan setara di tengah ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung.
Dalam konteks ini, Institute for Essential Services Reforms (IESR) bermaksud menyelenggarakan Webinar bertajuk “Dinamika Geopolitik dan Dampaknya terhadap Agenda Transisi Energi di Kawasan Asia Tenggara dan Indonesia”. Webinar ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana lanskap geopolitik saat ini dan kebijakan luar negeri AS yang tidak terprediksi berdampak pada perubahan geopolitik, serta menilai implikasinya bagi ASEAN dan Indonesia, dengan fokus khusus pada transisi energi, stabilitas regional, dan kepemimpinan Global South.
Tujuan
- Untuk mengkaji situasi geopolitik saat ini dan dampaknya terhadap Transisi Energi ASEAN dan Indonesia.
Speakers
-
Erina Mursanti - Deputy Chief Executive Officer (CEO) - IESR
-
Dr. Christopher Len - Senior Fellow and Co-coordinator - Climate Change in Southeast Asia Program - ISEAS - Yusof Ishak Institute
-
Angelika Marie David - Manager for Energy Policy - Institute for Climate and Sustainable Cities (ICSC)
-
Prof. Dr. Nur Rachmat Yuliantoro S.I.P. M.A. - Lecturer - Studies in Human Society / American Government and Politics / Political Science - Gadjah Mada University*