JAKARTA (IFT) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun depan lebih penting dilakukan daripada kenaikan harga tarif tenaga listrik. Sofyan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, menyatakan hal itu disebabkan dampak penghematan subsidi dari kenaikan harga BBM bersubsidi jauh lebih besar dibandingkan kenaikan tarif listrik.



Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hingga saat ini baru 75 persen dari 237 juta rakyat Indonesia dapat menikmati listrik. Padahal, Indonesia adalah negara kaya akan sumber energi yang idealnya bisa dinikmati seluruh penduduknya.