India Serius Manfaatkan Energi Bersih, Indonesia Kapan?

Dec, 20 2015

Penulis :

Diskusi "Energi Kita" (Ist)

Diskusi “Energi Kita” (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM– Pemerintah India serius memanfaatkan clean energy atau energi bersih. Mereka punya target 300 ribu megawatt dari energi baru terbarukan. “Memang itu retorika India, tapi mereka tampak serius mengerjakan. Energi baru terbarukan di India memang luar biasa. Kenapa kita tidak bisa?” tanya Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, Minggu (20/12), dalam diskusi di kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Apa yang membuat pemerintah India seakan bisa melakukan targetnya, kata Fabby, itu disebabkan oleh keseriusan pemerintah India sendiri, dengan adanya perencanaan program yang jelas terukur, juga strategi jangka panjang.

“Yang kemudian didukung oleh lembaga riset dan inovasi dalam negeri mereka. Mereka juga sukses mengembangkan industri dalam negeri mereka dalam sepuluh tahun terakhir,” ujar Fabby.

Indonesia sendiri memiliki tantangan berbeda dengan India. Indonesia tidak bisa memenuhi pemanfaatan energi baru terbarukan sebagaimana dilakukan pemerintah India. “Untuk memenuhi 10 hingga 20 tahun kebutuhan energi yang akan datang saja, tidak bisa dengan cara biasa yang kita lakukan. Tantangan kebutuhan energi sedemikian besar. Target 35 ribu MW ini belum tentu tercapai dengan cara kita seperti ini,” tandas Fabby.

Penulis: Hizbul Ridho
Editor: Christophorus Aji SaputroSumber: jitunews.com.

Artikel Terkait
Jul, 26 2010

Kurniawan Tri Yunanto/ Rosmi Julitasari- VHRmedia, Jakarta – Sebanyak 70% emisi dunia diproduksi oleh negara maju. Namun mereka masih belum mau mengurangi emisi gas karbon

Aug, 6 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar tidak berpihak terhadap

Jun, 14 2010

JAKARTA. Urusan setrum menjadi monopoli PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) seorang diri tidak selamanya jelek. Sebab, menghapus monopoli kelistrikan justru akan membuat tarif listrik mahalnya

Mar, 27 2009

By: Reynald Sori – REVIEW (27/3), Sudah dua setengah tahun berjalan sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat nota kesepahaman (MOU) kerja sama energi antara Indonesia

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+